Pojok Humor

Selamat datang di menu "Pojok Humor" yang menyuguhkan berbagai macam humor yang disajikan dalam bentuk santai dan tidak terlalu serius sekali alias rileks. kami memilih humor yang tidak memiliki unsur-unsur tidak baik, maka humor ini aman bagi siapa saja. Boleh saja mengambil dan mengkopi sebanyak-banyaknya. Selamat "tersenyum-senyum" sendiri, dan salam humor!
  
SEPTEMBER 2011 

1.  Itu Adalah Pertanyaan yang Sangat Sederhana
Seorang filsuf terkenal sangat disegani oleh sopirnya yang selalu ikut mendengarkan setiap ceramah bosnya tentang moralitas dan etika. Kemudian suatu hari si sopir mendekati sang filsuf dan bertanya apakah ia bersedia untuk bertukar peran pada kuliah berikutnya, sang filsuf menjadi sopir, dan sang sopir yang akan menjadi dosen dan mengisi kuliah. Sang filsuf setuju.
Materi kuliah dibawakan dengan sangat baik oleh si sopir.
Ketika tiba saatnya pertanyaan dari para peserta, seorang wanita di belakang bertanya, “Apakah pandangan epistemologis alam semesta masih berlaku dalam dunia eksistensialis?” 
“Itu adalah pertanyaan yang sangat sederhana,” jawab sang sopir (yang sedang menyamar menjadi dosen), “Terlalu sederhana, bahkan sopir saya bisa menjawab pertanyaan itu, dan itulah yang akan ia lakukan.” 
(Sumber : http://gudanghumor.com/category/humor-lucu/)
Di lorong sempit di tengah kota nampak 2 pengemis sedang asyik ngobrol. 

2.  Kaya Tujuh Turunan
Pengemis 1: “seharian kita mengemis, kok ya nggak bisa buat beli mobil ya ? eh…ngomongin soal orang kaya, aku ini sebenarnya keturunan orang kaya, harta peninggalan keluarga kami nggak akan habis dimakan tujuh keturunan!”. (Sambil berlogat Jawa ke Jakarta-Jakartaan) 
Pengemis 2: “Lha trus kenapa kamu jadi kere dan mengemis kaya gini?”.
Pengemis 1: “Lha, aku keturunan kedelapan, je…” 
(Sumber : http://gudanghumor.com/category/humor-lucu/page/5/)
 
Selengkapnya...